Katakan “Ya!” Untuk Linda dari Samba de Amigo

Catatan 14 Februari 2023

Pada Hari Valentine ini, hampir-hampir aku nggak punya rencana kostum yang berkaitan dengan ornamen bentuk hati yang biasa disebut dengan “love” atau kadang juga “lope”. Walaupun kata dalam Bahasa Inggris yang sebenarnya adalah “heart” (secara harfiah, artinya “jantung”) untuk menyebut bentuk hati itu. Dari sekian banyaknya kostum yang udah aku kumpulin, yang warnanya pink baru tube top punya Dakota Milton dalam outfit regulernya (bukan crop, jadinya beda dari baju ngatung yang udah dikoleksi). Itupun nggak pake unsur hati, polos-polos aja atasan dan bawahannya.

Seketika memoriku menerawang sebuah “penemuan kembali” pada akhir Januari lalu, tepatnya pada tanggal 29 (aku inget karena ngeliat rincian dari gambar yang aku save di ponsel). Nama dari karakter arcade game yang biasa aku liat pas umur lima tahunan di sebuah supermarket, pada tanggal tersebut akhirnya terkuak sudah lewat sebuah fan art! Tidak hanya nama si karakter aja, tapi juga judul dari game di mana dia terlibat! Dia adalah Linda dari arcade game Samba de Amigo (itu lho permainan di mall atau supermarket yang pake koin), seorang manusia kupu-kupu yang sejak aku masih bocah TK udah kepengen tiru pakaiannya!

Ya, namanya juga masih bocah, harus nurutin apa-apa kata ortu. Kalo mereka nggak ngasih duitnya buat beli (apa aja sih, nggak cuma baju) ya nggak akan bisa beli samsek. Untungnya sekarang uang ada banyak jalan buat dapetinnya. Bahkan Nenek dari pihak Papah pernah sengaja ngasih duit khusus buat beli kain bahan buat bikin item pakaian!

Inilah official artwork dari game Samba de Amigo yang aku dulu liat di mesin arcade pas jaman TK dulu. Gila, seumuran gitu udah ada bibit jadi cosplayer. Baru tau nama si karakter juga hampir 20 tahunan setelahnya!

Rencana cosplay kali ini tentu nggak hanya melanggar hukum agama, tapi juga bertentangan dengan prinsip aku untuk mengenakan kostum ala tokoh kartun! Jelas outfit-nya Linda ini nggak akan bisa nyamar jadi pakaian kasual, juga bakalan terlalu kurang bahan. Makanya sebelum dan sesudah foto di studio harus ditutupin pakaian yang jauh lebih sopan. Walaupun pas bocil dulu ngebet pengen tampil kayak Linda ini tiap kali ngeliat itu mesin game di supermarket, begitu dewasa malah ragu-ragu karena di negeri ini dianggap terlalu gila-gilaan.

Dulu aku kira dia pake rok hijau (karena nyampur sama warna kulitnya), taunya roknya itu transparan meski masih sewarna dengan pakaiannya yaitu pink.

Di marketplace, aku udah ketemu banyak item untuk tampil bak Linda dari Samba de Amigo ini. Nggak nyangka, outfit yang keliatannya terlalu “fantasy” ini malah gampang nyarinya, tapi jelas nggak ada yang udah satu set atau sepaket. Mana banyak yang murmer lagi, jadinya bisa tetap low budget. Ini dia yang udah ketemu:

  • bando antena semut warna fanta pink atau magenta
  • topi kupluk bahan tipis (jangan yang rajut) warna baby pink
  • bulu ayam asli atau sintetis warna baby pink, dijual per sepuluh helai
  • rok tutu pink semi transparan (aku pilih yang nggak terlalu transparan dan lebih panjang dari aslinya)
  • bikini atau crop tube top warna baby pink yang nantinya disablon masing-masing lambang hati warna magenta di kiri dan kanan (untuk bikin ini bahkan idenya udah kepikiran sejak usia lima tahun, masih TK B atau kelas 0 besar cuy!)
  • gelang scrunchie (ikat rambut) besar dengan tekstur berbulu atau berumbai warna baby pink untuk di pergelangan tangan, dengan ornamen hati magenta
  • gelang scrunchie besar dengan tekstur mirip bulu ayam warna baby pink untuk di pergelangan kaki
  • sepatu pantofel atau hak rendah warna baby pink

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai