Bisakah Aku Mendapatkan Ikigai Dengan Cosplaying?

Catatan 10 Februari 2023

Salah satu dari keempat filosofi di sini adalah ikigai, yang akan menjadi fokus bahasan aku di sini.

Pada akhir Desember 2022 lalu, aku barengan temen-temen dari satu organisasi di kampus belajar tentang ikigai, yaitu salah satu filosofi Jepang yang udah lama denger tapi sebelumnya belum benar-benar paham sama artinya. Menurut postingan Instagram di atas, ikigai ini adalah satu dari empat filosofi Jepang yang membuat hidup lebih bermakna. Pengertian dari ikigai itu sendiri kira-kira seperti ini : sesuatu yang kita sukai/cintai, kita dibayar dengan melakukannya, kita melakukannya untuk dunia, dan kita baik/bagus dalam melakukannya, jadi apa nih kegiatan yang bisa mendatangkan ikigai ini buat aku?

Ini adalah slide kelima dari postingan Instagram di atas.

Udah ketebak, di kepalaku muncul kata “cosplay” yang diduga sebagai ikigai buat aku. Perlu diuji lagi nih, apa iya aktivitas cosplay ini bisa jadi ikigai? Masalahnya, bukan cuma hobi yang kita suka doang yang bisa sebagai ikigai. Melainkan juga yang dapat mendatangkan duit, dibutuhkan dunia, dan kita emang jago atau menguasai dalam hal tersebut!

Hobi aku kan selama ini menggambar, untuk jadi cosplayer sih baru-baru ini aja diniatin. Dulu nggak jadi hobi, cuma kegiatan iseng-iseng doang yang gak bisa sering-sering dilakukan karena jarang punya outfits yang mirip kayak punyanya tokoh kartun. Kegiatan menggambar ini baru hampir jadi ikigai, karena belum memenuhi semua persyaratannya. Dari keempat syarat mendapatkan ikigai dari hobi, menggambar ini belum memenuhi syarat “aku jago melakukannya”.

Sumber diagram : https://www.ruangguru.com/blog/konsep-hidup-ikigai

Di mata orang-orang awam sih gambaran aku kayak yang bagus banget, tapi ini ternyata masih belum ada apa-apanya daripada banyaknya artists di media sosial. Sebenarnya hanya terkendala oleh sarana (alatnya) aja sih untuk menggambar digital, karena menggambar pake mouse itu jauh lebih ribet daripada pen tablet atau iPad. Bagaimana dengan ngegambar pake tangan atau manual? Rasanya kurang sreg kalo nggak diolah lagi pake software untuk menggambar.

Dibutuhkan dunia? Ya jelas, karena peran ilustrator itu semakin lama semakin penting, salah satunya supaya buku-buku lebih menarik untuk dibaca. Skill ini apakah dibayar? Bisa dari dua jalan, sebagai ilustrator atau membuat commission (orang meminta kita menggambar untuk mereka dengan harga tertentu sesuai dengan kerumitan gambarnya).

Lalu, bagaimana dengan hobi lainnya yang mau aku mulai serius, yaitu costume playing? Percaya nggak percaya, ini bahkan lebih mudah daripada menggambar bagi aku, jadinya nggak susah untuk menguasainya atau nggak perlu jago-jago amat! Kesulitannya hanya terletak di ortu yang strict soal pakaian dan biaya untuk berfoto di studio (kalo difoto di rumah, siapa yang motoinnya walaupun ada kameraku?). Punya outfits-nya, datang ke studio foto (yang murah dulu aja), bergaya di depan kamera, lalu hasilnya diunggah ke media sosial, jadi deh aku sebagai cosplayer!

Sebenarnya untuk punya foto-foto dari cosplaying ini bukan hanya untuk cari jodoh aja kayak Agatha Feet, tapi juga terinspirasi oleh Regita Anggia (idolaku sejak SMP yang dapet IPK 4,00 pas dia sarjana tahun 2019 lalu) semasa dia cilik sering lomba fotogenik. Aku discovered dia itu dari Majalah Komik Valens edisi 07 bulan Agustus 2004. Itu majalah yang terbit waktu aku masih kelas I SD, tapi baru dibaca pas udah kelas IX SMP. Gimana ceritanya bisa telat banget baca profilnya dia di rubrik “Prestasi” dari majalah itu, nggak tau juga ya. Mungkin aja nantinya bisa contek outfits yang dipakainya di foto-foto masa kecilnya!

Coba aku uji lagi, apakah cosplaying ini layak untuk menjadi ikigai?

  • Apa yang kita cintai : ini sih nggak usah ditanyakan lagi, nggak perlu penjelasan bahwa cosplaying ini hal yang aku cintai. Jaman SD sering cosplay jadi Danny Phantom! (Hal yang membuatku bahagia)
  • Apa bidang yang kita kuasai : pada paragraf tadi dibahas, untuk jadi cosplayer nggak perlu banyak yang dikuasai, cukup punya outfits dan duit buat ke studio foto. Kalau nggak jago bergaya, nanti bisa diarahkan pas lagi photoshoot. (Bagaimana aku mencari keahlian baru)
  • Apa skill yang membuat kita dibayar : ini pertanyaan yang udah mulai tricky, karena untuk kegiatan cosplay ini emang nggak akan langsung dapet bayaran. Bayarannya dari afiliasi link produk-produk outfits yang aku pake di fotonya, link ini nantinya aku taruh di caption. (Cara menghasilkan uang)
  • Apa yang dunia butuhkan : pertanyaan inilah yang paling bikin muter otak! Berhubung cosplay dan jadi cosplaying ini cuma kegiatan senang-senang saja, jadinya bikin aku mikir-mikir “dunia butuh hobi aku ini nggak sih?” Memang sih bukan dunia secara luas yang butuh, tetapi para animator dan mangaka bakalan kebantu sama cosplayers karena bikin karya mereka dipromosikan. Di samping itu, sambil belanja outfits di toko online bisa sambil berdonasi juga, lho! (Tujuan untuk dicapai)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai